Rabu, 24 Agustus 2016


Topologi jaringan

Topologi Jaringan Sebuah LAN dapat diimplementasikan dengan berbagai macam topologi. Topologi yang di maksud di sini merupakan struktur jaringan fisik yang digunakan untuk mengimplementasikan LAN tersebut. Topologi dasar yang bisa digunakan dalam jaringan komputer adalah:
  • Topologi Bus (Linear)
  • Topologi Ring (Cincin)
  • Topologi Star (Bintang)
  • Topologi Tree (Pohon)
  • Topologi Mash (web)

Topologi pengembangan dari ketiga di atas biasanya berupa topologi Tree (Pohon), yang merupakan pengembangan dari star dan Bus, topologi Mash atau Hybrid atauMultipoint atau Web yang merupakan pengembangan dari topologi Point to Point (bus), topologi Loop yang merupakan pengembangan dari topologi Ring Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu dari ketiga topologi ini dapat dipilih untuk mengimplementasikan sebuah LAN. Tentunya topologi yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan LAN yang sedang di rancang.

Topologi Bus

Topologi bus diimplemenasikan dengan menggunakan media fisik berupa kabel koaksial. Topologi ini umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang terhubung secara sederhana sehingga komputer-komputer yang terlibat di dalamnya bisa berkomunikasi satu sama lainnya. Realisasi dari topologi bus ini adalah adanya sebuah jalur utama yang menjadi penghubung antar komputer. Sebelum mengirim data, NIC (Network Interface Card) komputer pengirim akan melihat dahulu apakah jalur transmisi sedang sibuk atau tidak. Apabila jalur sedang sibuk (sedang digunakan oleh komputer lainnya), maka ia akan menunggu selama beberapa waktu yang acak sebelum mencoba mengirimkan data kembali. Data akan dikirimkan begitu ada indikasi bahwa jalur transmisi sedang digunakan. Hal ini digunakan untuk menghindari terjadinya bentrokan atau tabrakan (coliision) pada transmisi data.

Keuntungan dari topologi Bus adalah:

  • Mudah atau sederhana untuk menambahkan komputer ke jaringan ini, hanya perlu memasang konektor baru.
  • Tidak perlu banyak menggunakan kabel dibandingkan dengan topologi Star (bintang).

Kekurangan dari topologi Bus (Linear):

  • Seluruh jaringan akan mati jika ada kerusakan pada kabel utama.
  • Membutuhkan terminator pada kedua sisi dari kabel utamanya.
  • Sangat sulit mengidentifikasi permasalahan jika jaringan sedang jatuh/mati.
  • Sangat tidak disarankan dipakai sebagai salah satu solusi pada penggunaan jaringan di gedung besar.

Topologi Ring

Bentuk ini merupakan bus jaringan yang ujung-ujungnya dipertemukan kembali sehingga membentuk suatu lingkaran, setiap informasi yang diperoleh diperiksa alamatnya oleh terminal yang dilewati. Jika bukan untuknya, maka informasi akan dilewatkan sampai menemukan alamat yang benar. Pada topologi Ring, salah satu komputer pada jaringan ini berfungsi sebagai penghasil token . Token disini dapat dibayakan sebagai kendaraan yang berfungsi membawa data melalui media fisik. Token akan membawa data melalui jalur transmisi hingga menemukan tujuannya. Sebuah token dapat berada dalam dua jenis keadaan yang berbeda, sedang digunakan, atau sedang bebas. Bila sebuah token berada dalam kondisi sedang digunakan ini berarti token tersebut sedang membawa data. Ini berarti token tersebut sedang digunakan oleh salah satu komputer untuk mengirimkan datanya. Token yang sedang berada dalam keadaan ini akan berkeliling mencari komputer tujuannya. Selama tujuannnya belum ditemukan, token ini akan berada dalam keadaan tersebut. Setelah token menemukan tujuannya, ia kan menyampaikan data yang dibawanya. Kemudian token tersebut akan berada dalam keadaan bebas.Ini berarti token tersebut bisa dibebani dengandata lagi, token tersebut siap untuk membawa data baru. Token yang bebas akan berkeliling lagi untuk menerima tugas untuuk membawa data baru. Keuntungan menggunakan topologi Ring ini adalah kemungkinan terjadinya bentrokan dalam transfer data ditiadakan. Kelemahan penggunaan topologi ini adalah harga implementasinya yang lebih mahal. Selain itu tingkat kesulitan untuk menjaga jaringan bertopologi Ring juga lebih susah. Karenanya bila ada kerusakan maka untuk memperbaikinya kemblai juga susah. Topologi Ring kurang begitu banyak diimplementasikan karena membutuhkan peralatan yang khusus.

Topologi Star

Topologi ini didesain di mana setiap node (file server, workstation dan perangkat lainnya) terkoneksi ke jaringan melewati sebuah hub atau konsentaror. Data yang terkirim ke jaringan akan melewati hub/konsentrator sebelum melanjutkan ke tempat tujuannya. Hub ataupun konsentrator akan mengatur dan mengendalikan keseluruhan fungsi jaringan. dia juga bertindak sebagai repeater/penguat aliran data. Konfigurasi pada jaringan model ini menggunakan kabel twisted pair, dan dapet digunakan bersama kabel koaksial atau kabel fiber optic.

Keuntungan topologi jaringan model bintang:

  • Mudah di pasang dan mudah dalam pengkabelan.
  • Tidak mengakibatkan gangguan pada jaringan ketika akan memasang atau memindahkan perangkat jaringan lainnya.
  • Mudah untuk mendeteksi kesalahan dan memindahkan perangkat-perangkat lainnya.

Kekurangan topologi jaringan model bintang:

  • Membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan bus.
  • Membutuhkan hub atau konsentrator, dan bilamana hub atau konsentrator tersebut jatuh atau rusak node-node yang terkoneksi tidak terdeteksi.
  • Lebih mahal daripada topologi jaringan Bus (linear), karena biaya untuk pengadaan hub dan konsentrator
Protokol-protokol yang menggunakan konfigurasi bintang ini umumnya adalah Ethernet atau LocalTalkToken Ring menggunakan topologi yang sama dengannya yang di sebut bintang dalam lingkaran (star-wired ring).

Topologi Tree

Topologi tree merupakan perpaduan antara topologi Bus dan Star, yang terdiri dari kelompok-kelompok dari workstation konfigurasi bintang yang terkoneksi ke kabel utama yang menggunakan topologi Bus. Topologi ini memungkinkan untuk pengembangan jaringan yang telah ada, dan memungkinkan mengonfigurasi jaringan sesuai dengan kebutuhannya.

Keuntungan topologi jaringan model pohon:

  • Instalasi jaringan dari titik ketitik pada masing-masing segmen
  • Didukung oleh banyak perangkat keras dan perangkat lunak

Kekurangan topologi jaringan model pohon:

  • Keseluruhan panjang kabel pada tiap-tiap segmen dibatasi oleh tipe kabel yang digunakan.
  • Jika jaringan utama/backbone rusak, keseluruhan segmen ikut jatuh juga.
  • Sangat sulit untuk dikonfigurasi dan juga untuk pengkabelannya dibandingkan topologi jaringan model lain.

Topologi Mesh

Topologi ini juga disebut sebagai jaring, karena setiap komputer akan berhubungan pada tiap-tiap komputer yang tersambung. Topologi ini jarang sekali diterapkan dalam LAN karena alasan pemborosan kabel dan sulitnya instalasi, selain itu juga sulit mendeteksi keamanannya. Biasanya model ini diterapkan pada WAN atau internet sehingga disebut sebagai topologi Web. Keuntungannya bahwa kita bisa melakukan komunikasi data melalui banyak jalur, jika jalur satu terputus, maka kita bisa menggunakan jalur yang lain. Di bawah ini diperlihatkan tabel yang memuat perbandingan penggunaan media transmisi kabel dan protokol dalam sebuah LAN.
Topologi fisikKabelProtokol
BusTwisted pair
Koaksial
Fiber optic
Ethernet
Local talk
StarTwisted pair
Fiber optic
Ethernet
Local talk
TreeTwisted pair
Koaksial
Fiber optic
Ethernet
RingTwisted pairToken Ring

Selasa, 23 Agustus 2016


Syarat Untuk Mendapatkan Kredit Bank

Ada beberapa cara untuk mendapatkan modal usaha. Salah satunya adalah dengan mendapatkan pinjamandari bank. Kredit bank akan diberikan kepada pengusaha yang memenuhi syarat. Secara umum syarat pengajuan kredit dari bank biasa disingkat menjadi 5C. Selain itu, ada juga syarat khususnya yang seringkali tidak sama tergantung dari bank pemberi kredit.
5C syarat untuk mendapatkan kredit bank yaitu:
1. Collateral (Jaminan)
Bank membutuhkan jaminan dari pengusaha yang mengajukan kredit. Jaminan tersebut akan diambil dan dijual oleh bank apabila kredit yang diberikan tidak bisa dilunasi. Bentuk jaminan tersebut bisa berupa asset seperti rumah, bangunan, mesin, tanah, dan sebagainya. Jaminan juga bisa berupa saham, obligasi, deposito dan instrumen keuangan lainnya. Jaminan ini diperlukan oleh bank untuk memastikan pinjaman yang akan diberikan akan dibayar.
2. Character (Karakter)
Karakter dari calon penerima kredit juga menjadi bahan pertimbangan. Salah satu cara penilaiannya adalah dengan melihat catatan kredit sebelumnya. Catatan ini akan menunjukkan apakah si calon peminjam pernah menunggak kredit atau terlambat membayar. Bank juga memiliki data orang yang masuk dalam black list atau daftar hitam yang berisi nama orang-orang yang bermasalah dengan perbankan. Tentu orang yang masuk daftar hitam tidak akan dipercaya untuk mendapatkan kredit.
3. Capacity (Kapasitas)
Kapasitas keuangan perusahaan dalam membayar cicilan kredit juga akan diperhitungkan. Proyeksi laporan arus kas perusahaan harus diberikan kepada bank untuk dianalisa. Bank akan menilai apakah perusahaan mampu membiayai segala jenis pengeluaran dan cicilan kreditnya.
4. Capital (Modal)
Berapa banyak modal kita sendiri yang ditanamkan dalam perusahaan? Apakah ada orang lain yang ikut menanamkan modalnya? Bank akan menghitung seberapa besar resiko pemberian kreditnya karena semakin banyak kita berhutang maka resikonya juga semakin besar.
5. Conditions (Kondisi)
Faktor ini lebih bersifat eksternal berupa iklim usaha dan kondisi ekonomi secara umum. Bank akan memperhitungkan nilai inflasi, suku bunga, nilai tukar alias kurs dan indikator ekonomi lainnya. Jika kondisi ekonomi sedang tidak bagus, bank akan lebih selektif dalam memberikan kredit.

Simpangan Rata-Rata

Pembahasan soal ragam, simpangan baku dan simpangan rata-rata

Ragam dan simpangan baku data tunggal

Ragam, simpangan baku, simpangan rata-rata

Ragam dan simpangan baku data majemuk

Ragam, simpangan baku, simpangan rata-rata

Contoh soal ragam, simpangan baku, simpangan rata-rata dan pembahasannya

Nomor 1 
Ragam dan simpangan baku data: 3, 2, 5, 3, 4, 6, 4, 5, 4 sama dengan ...
A. 3/4 dan 2/3 √3
B. 4/3 dan 2/3 √3
C. 5/3 dan 3/4 √3
D. 2 dan √3
E. 14/9 dan 3

Pembahasan
Terlebih dahulu hitung rata-rata data:
Menghitung nilai rata-rata
Menghitung ragam
Cara menghitung ragam data tunggalσ = (1 + 4 + 1 + 1 + 0 + 4 + 0 + 1 + 0) / 9 = 12/9 = 4/3
Menghitung simpangan baku
Menghitung simpangan baku data tunggal
Jawaban: B

Nomor 2
Ragam dan simpangan baku dari data pada tabel berikut adalah...
Contoh soal ragam dan simpangan baku data pada tabel frekuensi
A. 1,35 dan 1,35
B. 1,35 dan √1,35
C. 2,25 dan √1,35
D. 5, 25 dan √2,25
E. 6,15 dan √6,15

Pembahasan
Hitung terlebih dahulu rata-rata data:


Buat tabel seperti gambar dibawah ini:
Pengolahan data menentukan ragam dan simpangan baku
Maka besar ragam:
Rumus ragam data tabel frekuensi
= 21,66 / 16 = 1,35

Menentukan simpangan baku:
Menghitung simpangan baku data tabel frekuensi
Jawaban: B

Nomor 3
Ragam dan simpangan baku dari data dibawah ini adalah...
Contoh soal ragan dan simpangan baku data sebaran frekuensi
A. √40,2
B. √45,8
C. √46,6
D. √50,4
E. √56,8

Pembahasan
Hitung terlebih dahulu rata-rata data:
Pengolahan data menentukan nilai rata-rata
Menghitung rata-rata data sebaran frekuensi
Buat tabel seperti gambar berikut:
Pengolahan data menentukan ragam dan simpangan baku data sebaran frekuensi
Maka besar ragam:

= 4580 / 100 = 45,8
Menghitung simpangan baku
σ = √ragam = √45,8
Jawaban: B

Nomor 4
Simpangan rata-rata dari data 2, 3, 6, 8, 11 adalah...
A. 2,2
B. 2,4
C. 2,6
D. 2,8
E. 3

Pembahasan
Hitung terlebih dahulu rata-rata:
xr = (2 + 3 + 6 + 8 + 11) / 5 = 6
Menghitung simpangan rata-rata data tunggal:
Rumus simpangan rata-rata data tunggal
 Menghitung simpangan rata-rata data tunggal
d = 14/5 = 2,8
Jawaban: D

Alat Ukur Listrik
Alat ukur listrik merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog danalat ukur digital.

Berikut adalah macam-macam alat ukur :

 Ampermeter
        Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk  DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan Amperemeter maka harus kita pasang seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melewati ampere meter.
Bagian terpenting dari Ampermeter adalah galvanometer. Galvanometer bekerja dengan prinsip gaya antara medan magnet dan kumparan berarus. Galvanometer dapat digunakan langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. Semakin besar arus yang melewati kumparan semakin besar simpangan pada galvanometer.
Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur ampermeter. Hasil pengukuran akan dapat terbaca pada skala yang ada pada ampermeter.
Alat ini sering digunakan oleh teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dalam multitester atau Avometer. Avometer adalah singkatan dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter.

Voltmeter  
Voltmeter adalah alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter).

Senin, 22 Agustus 2016



Menerapkan Efek Khusus Pada Objek Produktif




IPA


Macam Macam Simbiosis
Dalam ekosistem, komponen biotik saling berinteraksi satu sama lain untuk mempertahankan hidupnya. Interaksi yang terjadi antara komponen biotik ini dikenal dengan istilah simbiosis. Simbiosis adalah hubungan timbal balik antara 2 organisme dalam ekosistem untuk saling mengisi satu sama lain. Adapun berdasarkan pola interaksinya, simbiosis dibedakan menjadi 6 macam.



Macam Macam Simbiosis dan Contohnya

Berdasarkan pola dan bentuk interaksinya, simbiosis dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, simbiosis parasitisme, simbiosis netralisme, simbiosis amensalisme, dan simbiosis kompetisi. Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam simbiosis dan contohnya tersebut.

1. Simbiosis Mutualisme dan Contohnya

Simbiosis mutualisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang saling menguntungkan satu sama lain. Beberapa contoh simbiosis mutualisme dapat kita temukan pada interaksi antara lebah dan bunga, burung jalak dan kerbau, ikan remora dan ikan hiu, kelelawar dan kantung semar, burung plofer dan buaya, serta pada interaksi antara rayap dan flagelata.

2. Simbiosis Komensalisme dan Contohnya

Simbiosis komensalisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana salah satu diantaranya mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain tidak mendapat pengaruh apapun. Beberapa contoh simbiosis komensalisme dapat kita temukan pada interaksi antara sirih dan tumbuhan inangnya, tumbuhan paku dan pohon jati, udang dan mentimun laut, serta pada interaksi antara ikan badut dan anemon laut.

3. Simbiosis Parasitisme dan Contohnya

Simbiosis parasitisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana salah satu diantaranya mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain mendapatkan kerugian. Beberapa contoh simbiosis parasitisme dapat kita temukan pada interaksi antara cacing pita dan manusia, benalu dan tanaman inangnya, kutu dan hewan yang diganggunya, serta pada jamur panu dan manusia.

4. Simbiosis Netralisme dan Contohnya

Simbiosis netralisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang tidak saling menguntungkan maupun merugikan. Contoh simbiosis ini misalnya terjadi pada burung hantu dan kambing di ekosistem padang rumput, sapi dan semut, atau pada monyet dan jangkrik.
Dalam ekosistem, komponen biotik saling berinteraksi satu sama lain untuk mempertahankan hidupnya. Interaksi yang terjadi antara komponen biotik ini dikenal dengan istilah simbiosis. Simbiosis adalah hubungan timbal balik antara 2 organisme dalam ekosistem untuk saling mengisi satu sama lain. Adapun berdasarkan pola interaksinya, simbiosis dibedakan menjadi 6 macam. Berikut ini admin eBiologi.com telah merangkummacam-macam simbiosis dan contohnya tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua.

Macam Macam Simbiosis dan Contohnya

Berdasarkan pola dan bentuk interaksinya, simbiosis dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, simbiosis parasitisme, simbiosis netralisme, simbiosis amensalisme, dan simbiosis kompetisi. Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam simbiosis dan contohnya tersebut.


1. Simbiosis Mutualisme dan Contohnya

Simbiosis mutualisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang saling menguntungkan satu sama lain. Beberapa contoh simbiosis mutualisme dapat kita temukan pada interaksi antara lebah dan bunga, burung jalak dan kerbau, ikan remora dan ikan hiu, kelelawar dan kantung semar, burung plofer dan buaya, serta pada interaksi antara rayap dan flagelata. Untuk lebih jelas mengenai contoh dan penjelasan masing-masing contoh simbiosis mutualisme, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.

2. Simbiosis Komensalisme dan Contohnya

Simbiosis komensalisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana salah satu diantaranya mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain tidak mendapat pengaruh apapun. Beberapa contoh simbiosis komensalisme dapat kita temukan pada interaksi antara sirih dan tumbuhan inangnya, tumbuhan paku dan pohon jati, udang dan mentimun laut, serta pada interaksi antara ikan badut dan anemon laut. Untuk lebih jelas mengenai contoh dan penjelasan masing-masing contoh simbiosis komensalisme, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.

3. Simbiosis Parasitisme dan Contohnya

Simbiosis parasitisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana salah satu diantaranya mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain mendapatkan kerugian. Beberapa contoh simbiosis parasitisme dapat kita temukan pada interaksi antara cacing pita dan manusia, benalu dan tanaman inangnya, kutu dan hewan yang diganggunya, serta pada jamur panu dan manusia. Untuk lebih jelas mengenai contoh dan penjelasan masing-masing contoh simbiosis parasitisme, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.

4. Simbiosis Netralisme dan Contohnya

Simbiosis netralisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang tidak saling menguntungkan maupun merugikan. Contoh simbiosis ini misalnya terjadi pada burung hantu dan kambing di ekosistem padang rumput, sapi dan semut, atau pada monyet dan jangkrik.

5. Simbiosis Amensalisme dan Contohnya

Simbiosis amensalisme adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana salah satu diantaranya menekan pertumbuhan organisme yang lain melalui sifat alelopati. Contoh simbiosis amensalisme dapat kita temukan pada interaksi antara gulma alang-alang dan tanaman produksi, jamur Penicillum sp dan bakteri gram positif, serta pada rumput teki dan tanaman padi.

6. Simbiosis Kompetisi dan Contohnya

Simbiosis kompetisi adalah hubungan timbal balik antara dua mahluk hidup yang mana keduanya saling berkompetisi untuk mendapatkan kebutuhannya. Contoh simbiosis kompetisi dapat ditemukan pada interaksi antara serigala dan harimau di ekosistem savana, kambing dan sapi di ekosistem padang rumput, serta pada tanaman tumpang sari. 




IPS


Mobilitas Sosial
Mobilitas berasal dari kata Latin mobilis yang berarti mudah bergerak atau mudah dipindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Menurut Robert M.Z. Lawang pengertian mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari satu lapisan ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya. Menurut Horton dan Hunt mobilitas sosial dapat diartikan sebagai suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.
Menurut Kimball Young dan RaymW. Mack, pengertian mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh perubahan struktur sosial yang meliputi huburtgan antarindividu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok. Baik mobilitas individu maupun kelompok sama-sama memiliki dampak sosial. Keduanya membawa pengaruh bagi perubahan struktur.

Seorang individu dalam lingkungan masyarakat mengalami perubahan kedudukan sosial dari satu lapisan ke lapisan yang lain, ketingkat yang lebih tinggi maupun ke tingkat yang lebih rendah. Pergerakan sosial atau mobilitas sosial dalam mempertahankan hidup merupakan suatu hal atau tindakan yang manusiawi hal ini dikarenakan manusia selalu menginingkan yang terbaik dalam kehidupannya.

Bentuk Mobilitas Sosial

Berikut ini ada beberapa bentuk mobilitas sosial:

1. Mobilitas sosial horizontal

Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.

Contoh: Pak Amir seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan Pak Amir tidak mengubah status sosialnya.

2. Mobilitas sosial vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (social sinking).

  • Mobilitas vertikal ke atas (Social climbing)

Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama:

Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya.
Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.

Membentuk kelompok baru. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi.
Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.

  • Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)

Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama:

Turunnya kedudukan. Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah.
Contoh: Nelson Piquet Jr. dipecat dari tim Renault karena gagal meraih poin di F1 2009.

Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.
Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. akibatnya, status sosial tim pun turun.

3. Mobilitas antargenerasi

Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.

Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.

4. Mobilitas intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi adalah mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi.

Contoh: Pak Darjo awalnya adalah seorang buruh. Namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar. Contoh lain, Pak Bagyo memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Endra bekerja sebagai tukang becak, dan Anak ke-2, bernama Ricky, yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Namun, Ricky lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.

5. Mobilitas sosial geografis

Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.